::Oleh: Muchlas Arkanuddin::

Objek foto  berupa benda-benda atau hewan-hewan kecil selalu menarik untuk dipotret karena keunikan dari  detil yang dimilikinya. Untuk bisa memperoleh detil objek-objek kecil ini, diperlukan suatu teknik fotografi makro yang mampu memperbesar objek sehingga detilnya kelihatan tajam dan jelas.

Fotografi makro dapat dilakukan dengan dukungan berbagai peralatan dari harga yang mahal sampai murah. Peralatan-peralatan mahal yang menyediakan dukungan pada fotografi makro antara lain lensa makro (harganya bervariasi dari 4 juta sampai puluhan juta rupiah), dan built-up ring flash (harganya sekitar 2 jutaan). Selain itu, fotografi makro juga bisa dilakukan dengan peralatan-peralatan yang murah dan sederhana seperti lensa lup (harganya cuma 10 an ribu rupiah), lensa raynox (harganya 850an ribu–agak mahal), extension tube (90an ribu), reverse lens (ring nya berharga 40an ribu) maupun ring flash dengan difusser buatan sendiri.

Pada kesempatan ini saya ingin menyajikan pengalaman saya memperoleh foto makro menggunakan alat-alat sederhana dan murah yakni reverse lens 50 mm dengan ring flash buatan sendiri (hand made) Saya akan jelaskan dulu cara membuat ring flash menggunakan cetakan roti milik istri saya…he..he…harganya cuma 3 ribu rupiah di toko kelontong.

Ring Flash

Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan yakni: (1) cetakan roti cake berbentuk bulat dengan tengahnya berlubang, terbuat dari plastik, (2) aluminium foil satu gulungan kecil (beli di supermarket), (3) kertas karton, (4) lakban besar warna hitam, (5) plastik bekas tutup tempat roti dan (6) tas plastik buram berwarna putih (Jawa: tas kresek).

Cara membuat:

  • Cetakan roti diberi lubang kotak pada bagian samping kira2 seukuran permukaan lampu flash eksternal
  • Lapisi seluruh bagian dalam cetakan roti dengan aluminium foil
  • Buat lorong cahaya berbentuk kotak siku dengan ukuran lubang kira2 lebih besar sedikit dari lampu flash eksternal menggunakan kertas karton dan lapisi seluruh permukaan dalamnya dengan aluminium foil serta lapisi bagian luarnya dengan lakban
  • Pasang ujung lorong cahaya pada lubang cetakan roti, rekatkan menggunakan lakban
  • Pasang difusser menggunakan tas plastik buram berwarna putih pada bagian muka cetakan roti, dijapit dengan plastik tebal bekas tutup roti
  • Buat selongsong seukuran lubang bagian tengah cetakan roti menggunakan karton, lapisi dengan aluminium dan pasanglah selongsong tersebut pada lubang tengah cetakan roti tersebut.

Peralatan Fotografi Makro

Selain body kamera, peralatan yang diperlukan untuk fotografi makro yang saya lakukan adalah lensa kit 18-55mm, lensa 70-300 mm, lensa 50mm, ring flash, flash eksternal dan 52-58 male-to-male ring.

alatalatmakro

Cara Memotret Makro Dengan Reverse Lens

  • Sambungkan lensa kit 18-55 mm atau lensa 70-300 mm dengan lensa 50 mm yang dibalik (reverse lens) melalui 52-58 male-to-male ring.

SUSUNANLENSADUA

  • Pasang flash eksternal dan ring flash membentuk susunan seperti gambar berikut ini.

perlengkapanmakroDUAMAKRODEPAN

  • Gunakan mode manual dengan setting parameter sebagai berikut: ISO: 100-200, shutter speed: 1/200 s (harus tinggi untuk menghindari goyangan/shake), diafragma antara 11 sampai 22, picture style dengan sharpness=+6, contrast=+1, saturation=+2, color tone=0, drive mode=single shooting, metering mode=spot metering, AF mode=one shot, dan WB=daylight.
  • Lakukan pengaturan diafragma untuk memperoleh pencahayaan yang proporsional. Langkah ini dapat dilakukan dengan mengkombinasikan pengaturan kekuatan flash dan diafragma. Lakukan beberapa shot percobaan untuk memastikan pencahayaan telah proporsional.
  • Matikan mode autofocus, gunakan mode fokus manual.
  • Berburulah objek di kebun atau tempat-tempat yang banyak objek makronya.
  • Jika telah menemukan objek makro, atur komposisi agar objek dapat diambil dari bagian depan atau samping.
  • Lakukan focussing secara manual dan arahkan pada bagian mata dengan memajumundurkan kamera/lensa anda dan jika indikator fokus telah berbunyi lakukan shot.
  •  Karena depth of field (ruang ketajaman) sangat sempit, menjadikan focussing  pada objek makro sangat sulit. Oleh sebab itu, lakukan shot berulang-ulang untuk memperoleh gambar terbaik.

Hasil Shot

Foto-foto makro berikut ini adalah hasil shot menggunakan peralatan makro yang saya jelaskan di atas. Semoga masih bisa dinikmati.

laba-laba-1Diambil dengan kamera: Canon EOS 450D, lensa: SIGMA 70-300 mm/f4-5.6, filter: Lens 55 mm Reverse Ring, diafragma: f/16, waktu ekspos: 1/200 sec, ISO: 200, pencahayaan: Ring Flash buatan sendiri

facet-500-watermarkDiambil dengan kamera: Canon EOS 450D, lensa: Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 IS, filter: Reverse Lens 50mm, diafragma: f/22, waktu ekspos: 1/200 sec, ISO: 100, pencahayaan: Ring Flash buatan sendiri

batik-watermark Diambil dengan kamera: Canon EOS 450D, lensa: Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 IS, filter: Reverse Lens 50mm, diafragma: f/16, waktu ekspos: 1/200 sec, ISO: 100, pencahayaan: Ring Flash buatan sendiri

unik-watermark

Canon EOS 450D, Lens: Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 IS, Filter: Reverse Lens 50mm, Aperture: f/16, Exposure Time: 1/200 sec, ISO: 100, Lighting: DIY Ring Flash.

halo-adik-adik-watermarkCanon EOS 450D, Lens: Sigma 70-300mm, Filter: Reverse Lens 50mm, Aperture: f/22, Exposure Time: 1/200 sec, ISO: 200, Lighting: DIY Ring Flash.

Selamat berburu dan salam makromania.

Semua tulisan pada blog ini boleh diperbanyak dan disebarluaskan sejauh untuk keperluan kebaikan dengan menyebutkan sumber/penulisnya.

visit-my-gallery