::Oleh: Muchlas Arkanuddin::

Sebagai fotografer amatir yang menggemari foto landscape, saya selalu mendambakan cuaca cerah dengan langit membiru. Namun, beberapa waktu yang lalu saya tidak menjumpai suasana tersebut ketika berada di Tambi Resort dekat Dieng Plateau. Sebaliknya cuaca saat itu mendung dan bahkan penuh dengan kabut. Akhirnya saya manfaatkan alam yang berkabut tersebut untuk mendukung foto dengan teknik low speed.

dieng-900-wm

Foto dengan teknik low speed (kecepatan: 1.6 detik, diafragma: 22, ISO: 100)

Foto low speed digunakan untuk memperoleh gambar aliran air yang beriak, termasuk air terjun, agar terkesan lebih lembut seperti kabut. Prinsip  teknik ini adalah mengatur agar speed shutter bernilai rendah (pada umumnya di bawah 1 detik), untuk itu diafragma pada umumnya dinaikkan indeksnya. Jika keadaan alam sudah cukup gelap, tidak diperlukan filter, namun jika keadaan cahaya alam cukup terang maka diperlukan filter ND untuk mereduksi cahaya agar speed shutter rendah. Oleh karena kecepatannya rendah, teknik ini memerlukan dukungan tripot agar kamera tidak bergoyang saat shot dilakukan, sehingga gambar yang diperoleh tetap tajam.  Jadi, jangan takut dan kecewa dengan suasana mendung dan berkabut. Gunakan spirit “mendungpun tetap motret”.

Salam landscaper Indonesia.

Semua tulisan pada blog ini boleh diperbanyak dan disebarluaskan sejauh untuk keperluan kebaikan dengan menyebutkan sumber/penulisnya.

visit-my-gallery